
Poto Istimewa
Bali-WartaGlobal.Id
Dalam kehidupan, hampir semua orang pernah berkata, "Saya sudah sabar." Namun, belum tentu ia sudah ikhlas.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan sabar dan ikhlas?
Sabar adalah kemampuan menahan diri.
Menahan amarah ketika dihina.
Menahan air mata ketika disakiti.
Menahan lisan agar tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Sabar adalah bertahan di tengah ujian tanpa kehilangan arah. Dalam Islam, sabar berarti mengendalikan diri dari keputusasaan, keluh kesah yang berlebihan, dan tindakan yang menyimpang saat menghadapi cobaan.
Sedangkan ikhlas adalah kemampuan melepaskan.
Melepaskan rasa kecewa.
Melepaskan dendam.
Melepaskan keinginan agar semua harus sesuai dengan kehendak kita.
Ikhlas bukan berarti menyerah.
Ikhlas adalah menerima ketetapan Allah dengan hati yang lapang setelah berusaha sebaik mungkin.
Sederhananya:
Sabar berkata, "Aku tetap bertahan meski hatiku terluka."
Ikhlas berkata, "Aku merelakan luka itu karena aku percaya Allah memiliki rencana yang lebih baik."
Sabar masih bisa disertai rasa sakit.
Ikhlas membuat rasa sakit itu perlahan berubah menjadi kedamaian.
Banyak orang mampu bersabar selama bertahun-tahun, tetapi belum mampu mengikhlaskan. Sebaliknya, ketika hati telah benar-benar ikhlas, kesabaran akan terasa lebih ringan karena tidak lagi dibebani penyesalan dan kebencian.
Maka, belajarlah menjadi pribadi yang memiliki keduanya.
Sabar saat ujian datang.
Ikhlas saat takdir Allah berbeda dengan harapan.
Karena sabar akan menguatkan langkahmu, sedangkan ikhlas akan menenangkan hatimu.
Ingatlah: Allah tidak selalu mengubah keadaan kita seketika. Terkadang, Allah lebih dahulu mengubah hati kita agar mampu menghadapi keadaan.
Di situlah sabar dan ikhlas bertemu menjadi jalan menuju ketenangan.
KALI DIBACA

