Balon Meledak, Anak Luka Bakar: Keluarga WN Australia Buka Fakta Kebakaran Gado Gado Restaurant, Tolak Disimpulkan Jadi Penyebab - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Balon Meledak, Anak Luka Bakar: Keluarga WN Australia Buka Fakta Kebakaran Gado Gado Restaurant, Tolak Disimpulkan Jadi Penyebab

Wednesday, 9 September 2026


Poto Istimewa : Afkan 
BADUNG, BALI — WartaGlobal.Id
Kebakaran yang menghanguskan Gado Gado Restaurant di kawasan Kuta, Badung, Bali, masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai pemicu awal munculnya api. Di tengah proses penyelidikan kepolisian, keluarga warga negara Australia yang berada di lokasi saat kejadian memberikan klarifikasi dan meminta agar keberadaan balon tidak serta-merta disimpulkan sebagai penyebab kebakaran.

Klarifikasi tersebut disampaikan keluarga Catrine melalui kuasa hukum Elizabeth Sanam, S.H., M.H., I Nyoman Kantun Suyasa, S.H., M.H., dan Ni Luh Manggreni, S.H., dari Law Office Elisabeth Sanam, S.H., M.H. & Rekan, Selasa (8/9/2026).

Keluarga Catrine diketahui telah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Sektor Kuta terkait Laporan Polisi Nomor: LP/Gangguan/29/VIII/2026/SPKT/Polsek Kuta/Polresta Denpasar/Polda Bali.

Menurut keterangan kuasa hukum, Catrine merupakan Warga Negara Australia yang datang bersama keluarganya ke Gado Gado Restaurant untuk menghadiri acara ulang tahun ibundanya. Meja sebelumnya telah dipesan oleh keluarga.
Sebelum acara berlangsung, keluarga disebut telah memberitahukan kepada pihak restoran bahwa mereka akan membawa balon sebagai bagian dari dekorasi ulang tahun.

Balon tersebut, menurut keluarga, dipesan melalui aplikasi Instagram. Komunikasi dengan pihak penjual kemudian dilanjutkan melalui WhatsApp.

Pada hari berikutnya, balon diantar oleh penjual dan diterima oleh staf Gado Gado Restaurant. Balon kemudian dibawa masuk ke area restoran dan ditempatkan di sekitar meja yang telah dipesan keluarga Catrine.

Namun, posisi balon disebut berada di area yang mengganggu akses orang berjalan.
Keluarga menyebut Catrine sempat meminta staf restoran memindahkan balon tersebut karena menghalangi jalan. Permintaan itu, menurut keterangan keluarga, disampaikan hingga tiga kali.

Namun, staf restoran disebut menyampaikan bahwa posisi balon tersebut tidak menjadi masalah. Setelah itu keluarga tetap duduk di meja yang telah dipesan dan makanan mulai disajikan.

Lilin di Meja dan Detik-Detik Api Muncul
Keterangan keluarga juga menyoroti keberadaan lilin yang menyala di sejumlah meja restoran.
Setelah keluarga Catrine duduk, lilin di meja disebut digeser ke bagian pinggir dan dijauhkan dari posisi balon.

Situasi kemudian berubah ketika acara memasuki momen menyanyikan lagu ulang tahun.
Menurut keterangan keluarga, balon tiba-tiba meledak dan memunculkan percikan api.

Api kemudian menyambar anak Catrine hingga menyebabkan luka bakar pada bagian lengan.
Dalam situasi panik, Catrine disebut berusaha memperingatkan orang-orang di sekitar agar segera menjauh dari sumber api.

Api selanjutnya disebut membesar dengan cepat.
Keluarga juga menyatakan bahwa pada saat kejadian tidak tersedia alat pemadam kebakaran yang dapat segera digunakan untuk mengendalikan api.

Material ilalang yang digunakan pada bagian atap bangunan restoran disebut membuat api dengan cepat merambat hingga akhirnya bangunan Gado Gado Restaurant hangus terbakar.
Dalam peristiwa tersebut, keluarga Catrine menyatakan prihatin karena selain restoran mengalami kerugian, anak Catrine juga menjadi korban dan mengalami luka bakar.

Keluarga Tolak Balon Langsung Dijadikan Kesimpulan

Persoalan utama yang kini disoroti keluarga Catrine adalah munculnya persepsi bahwa keberadaan balon otomatis menjadi penyebab kebakaran.

Keluarga menolak kesimpulan tersebut.
Menurut mereka, kedatangan Catrine dan keluarganya adalah sebagai tamu untuk menghadiri acara ulang tahun. Keberadaan balon juga disebut telah diberitahukan terlebih dahulu kepada pihak restoran.

Balon tersebut kemudian diantar oleh penjual dan diterima oleh staf restoran sebelum ditempatkan di area restoran.
Keluarga juga menekankan bahwa Catrine telah meminta agar balon dipindahkan karena dianggap mengganggu akses jalan.

Atas dasar itu, keluarga berpandangan bahwa penyebab pasti kebakaran tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan keberadaan balon.
Penyebab kebakaran, menurut mereka, harus dibuktikan melalui penyelidikan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap seluruh kondisi di lokasi kejadian dan alat bukti yang tersedia.

"Penyebab pasti kebakaran tidak seharusnya disimpulkan hanya berdasarkan keberadaan balon, melainkan harus dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan secara menyeluruh oleh pihak kepolisian," terang kuasa hukum keluarga.

Kooperatif terhadap Proses Hukum
Keluarga Catrine menegaskan telah memenuhi panggilan kepolisian dan memberikan keterangan kepada penyidik Polsek Kuta.
Mereka juga menyatakan akan tetap kooperatif apabila kembali diperlukan dalam proses penyelidikan.

Sebagai warga negara Australia, Catrine dan keluarganya menyatakan menghormati hukum yang berlaku di Indonesia.

Penentuan mengenai penyebab kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab, kata keluarga, sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

Keluarga juga mengimbau masyarakat maupun media untuk tidak membuat kesimpulan atau tuduhan sebelum proses penyelidikan kepolisian selesai. Kuasa hukum menegaskan pihak keluarga tidak bermaksud menuduh pihak mana pun.

Mereka hanya meminta agar seluruh fakta peristiwa disampaikan secara berimbang sehingga tidak ada pihak yang terlebih dahulu ditempatkan sebagai penyebab atau pihak yang bertanggung jawab sebelum proses hukum menghasilkan kesimpulan.

"Demikian klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum sekaligus sebagai bentuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat," pungkas kuasa hukum.

Afkan. 
Memuat konten...