Kapolri Dorong Kesetaraan Gender dan Profesionalisme Polwan "IAWP ke-63 di Bali" - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Kapolri Dorong Kesetaraan Gender dan Profesionalisme Polwan "IAWP ke-63 di Bali"

Saturday, 19 September 2026


Poto Istimewa : Afkan 
BADUNG — WartaGlobal.Id. Konferensi internasional kepolisian perempuan kembali menempatkan Bali sebagai pusat perhatian dunia. The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 resmi berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Minggu (20/9/2026).

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam konferensi pers di hadapan awak media menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring, kapasitas, serta peran Polisi Wanita (Polwan) dalam menghadapi tantangan kepolisian modern.

Konferensi IAWP 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 20–24 September 2026, dengan mengusung tema “Women Leading Global Change.” Berdasarkan informasi resmi IAWP, forum tersebut dirancang sebagai ruang pengembangan profesional, kepemimpinan, pertukaran pengetahuan, jejaring, serta pembahasan berbagai isu kontemporer dalam penegakan hukum.

IAWP mencatat konferensi tahunan ke-63 tersebut mempertemukan polisi, tenaga profesional kepolisian, pimpinan, peneliti, akademisi dan praktisi penegakan hukum dari berbagai negara.

43 Negara, Ratusan Polisi Wanita Berkumpul di Bali

Skala kegiatan tahun ini cukup besar. Polda Bali menyebut 464 perwakilan Polisi Wanita dari 43 negara dijadwalkan menghadiri konferensi tersebut.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan internasional itu berlangsung di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Untuk memastikan seluruh agenda berjalan aman dan lancar, Polda Bali mengerahkan 744 personel melalui Operasi Gapura Agung IV-2026.

Kehadiran delegasi internasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa isu perempuan dalam institusi penegakan hukum tidak lagi ditempatkan semata sebagai persoalan internal organisasi, tetapi menjadi bagian dari pembahasan kepolisian global.

Kapolri Listyo Sigit menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Polwan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun pengembangan karier.

Menurutnya, melalui pertemuan dengan kepolisian perempuan dari berbagai negara, peserta dapat bertukar pengalaman mengenai praktik kepolisian, kepemimpinan, pengembangan kompetensi, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam institusi penegakan hukum.

“Melalui kegiatan yang sangat positif ini kita berharap dapat saling bertukar informasi, pengalaman, dan semangat untuk meningkatkan kesetaraan gender di lingkungan kepolisian,” ujar Kapolri.

Dorong Polwan Menduduki Posisi Strategis
Dorongan terhadap penguatan kapasitas Polwan juga berkaitan dengan kesempatan menempati posisi strategis di lingkungan kepolisian.

Kapolri menekankan bahwa peningkatan profesionalisme harus berjalan bersamaan dengan pengembangan karier. Polwan diharapkan tidak hanya berperan dalam bidang-bidang tertentu yang selama ini identik dengan tugas perempuan, tetapi memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki.

Dalam kesempatan lain pada pembukaan konferensi, Kapolri juga mendorong Polwan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan diri menduduki posisi strategis di institusi kepolisian.

Dengan demikian, isu kesetaraan gender yang dibawa dalam IAWP tidak berhenti pada peningkatan jumlah keterlibatan perempuan, tetapi juga menyangkut akses terhadap pengembangan profesional, kepemimpinan, pelatihan, serta ruang pengambilan keputusan.

Agenda IAWP Membahas Tantangan Kepolisian Modern

Berdasarkan agenda resmi IAWP, konferensi Bali 2026 mencakup sejumlah tema pelatihan, antara lain Professional Development & Leadership, Engagement & Collaboration, Building Community Confidence, High Profile Incidents & Criminal Investigative Techniques, serta Best Practices & Innovations in Policing.

Tema tersebut menunjukkan bahwa forum IAWP tidak hanya berfokus pada isu internal Polwan, tetapi juga pada bagaimana kepolisian merespons perubahan sosial dan perkembangan bentuk kejahatan.

Penguatan kemampuan investigasi, kepemimpinan, hubungan dengan masyarakat dan inovasi kepolisian menjadi bagian penting dalam menghadapi lingkungan keamanan yang semakin kompleks.

Polri sebelumnya juga menyampaikan bahwa IAWP 2026 diarahkan untuk memperkuat kolaborasi internasional, pengembangan profesional dan persahabatan lintas budaya di antara polisi perempuan serta praktisi penegakan hukum dari berbagai negara.

Bali Menjadi Titik Temu Polwan Dunia

Indonesia menjadi co-host penyelenggaraan IAWP 2026. Selain konferensi dan sesi pelatihan, rangkaian kegiatan juga mencakup Parade of Nations, kegiatan lingkungan berupa penanaman mangrove, serta agenda kebudayaan yang dirancang untuk memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada para delegasi internasional.

Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan sekaligus membawa dimensi diplomasi kepolisian. Para delegasi tidak hanya mengikuti agenda profesional, tetapi juga berinteraksi dengan budaya dan masyarakat Indonesia.

Di sisi pengamanan, Polda Bali telah menyiapkan Operasi Gapura Agung IV-2026. Sebanyak 744 personel diterjunkan untuk mengamankan IAWP dan agenda internasional lainnya, yakni 14th Senior Officer Meeting (SOM) Polri dengan Australian Federal Police (AFP) yang berlangsung 20–22 September 2026.

Penempatan personel Polwan dalam posisi strategis selama operasi pengamanan juga disebut Polda Bali sebagai bagian dari komitmen terhadap kesetaraan gender di lingkungan Polri.

Profesionalisme Menjadi Kata Kunci

Bagi Polri, penyelenggaraan IAWP ke-63 bukan sekadar agenda seremonial internasional. Forum ini menjadi ruang untuk memperluas jaringan kerja sama dan mempertemukan pengalaman kepolisian dari berbagai negara.

Kapolri menegaskan penguatan kapasitas Polwan harus mencakup kemampuan menjalankan tugas sekaligus kesempatan mengembangkan karier.
Polwan dituntut semakin profesional, adaptif dan responsif terhadap perubahan karakter ancaman keamanan, perkembangan teknologi, kejahatan lintas negara, serta kebutuhan masyarakat.

Sementara bagi Indonesia, menjadi tuan rumah konferensi kepolisian perempuan dunia memberikan kesempatan untuk memperlihatkan perkembangan peran perempuan dalam institusi penegakan hukum sekaligus memperkuat kerja sama internasional.

Dengan berlangsungnya konferensi pada 20–24 September 2026, perhatian kini tertuju pada bagaimana pertukaran pengalaman dan gagasan dari 43 negara tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kapasitas, profesionalisme dan ruang kepemimpinan bagi Polisi Wanita, baik di Indonesia maupun dalam jejaring kepolisian internasional.

Afkan.
Memuat konten...